Saturday, March 24, 2007

Pelajaran Berharga

Ada pelajaran berharga dari dua proses kehamilan istri saya yang bagi saya adalah karunia besar ditengah-tengah vonis seorang dokter spesialis obgyn yang masih membayangi pikiran kami. yaitu di kehamilan pertama kami benar benar telah menyerahkan semua urusan ini kepada Alloh jalla wa'ala. ketika itu kebetulan ibu mertua saya sedang sakit di dusun (sampai sekarang).. semoga lekas sembuh....aminn. dan istri saya harus pulang kampung untuk mengurus ibunya dan memang yang paling telaten menangani masalah ini adlah istri saya dan juga istri saya tidak ada beban tanggungan apa-apa karena memang pada saat itu kami belum dikaruniai momongan. cukup lama istri saya berkhidmat kepada ibu di dusun tentunya dengan seijin saya. sementara saya hidup "membujang" di Bandung. tiba saatnya istri saya pulang ke Bandung mungkin karunyaeun alias kasihan kepada saya karena membujang terus di Bandung. ( tapi bisa jadi karena takut saya nikah lagi... he..he, intermezzo). pulanglah istri saya tercinta ke Kota Bunga Bandung. tapi ada yang tidak biasa terjadi pada istri saya ternyata istri saya telat datang bulan, lalu kami pastikan ke dokter ternyata alhamdulillah segala puji milik Alloh istri saya hamil alias mengandung, yang unik apa? yaitu pada kehamilan yang kedua peristiwa ini terulang istri saya hamil setelah melakukan hal sama dengan kehamilan pertamanya yaitu setelah istri saya berkhidmat/melayani ibunya yang sedang sakit..... subhaanalloh Maha Suci Alloh..... saya jadi teringat pada beberapa kisah beberapa sahabat Nabi kita Muhammad SAW yang adakaitannya dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Insya Alloh nanti kita sajikan. "Surga itu berada ditelapak kaki ibu" Wallohu a'lamu bishshowab

Friday, March 23, 2007

Jiwa Yang Tenang


"Wahai Jiwa yang tenang kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-KU dan masuklah kedalam surga-KU"
Sesungguhnya bahwa hidup ini adalah Fana/tidak kekal, untuk itu kesadaran akan datangnya kematian harus terus tertanam dalam jiwa kita. "Kullu Nafsin Dzaaiqotul maut" tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. kematian adalah suatu keniscayaan, kepastian. kematian adalah terminal menuju kehidupan kekal abadi. benar apa yang disabdakan Uswah hasanah kita Muhammad Rosululloh SAW, dengan mengingat kematian dapat membersihkan berbagai karat hati. tentunya bagi orang yang benar dalam menyikapi kedatangannya, yaitu dengan melakukan persiapan-persiapan matang dan terencana, dengan terus dan terus menjalankan kefardhuan-kefardhuan yang telah ditetapkan Alloh Jalla wa 'ala dan menghidupkan Sunnah Rosululloh SAW. Terlalu sederhana memang apa yang ditulis disini. secara detail melalui blog ini kita akan terus menyampaikan hal- hal yang berkaitan dengan persiapan kita menjelang ajal, agar kita semua diseru oleh Alloh Jalla wa 'ala dengan seruan " Wahai Jiwa yang tenag kembalilah kepada Robmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah kedalam golongan hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku"