Monday, November 29, 2010

Anakku... lepaskan 3 ikatan syetan itu!!!

“ sayang, bangun sayang! Subuh …subuh!”, rayuku kepada putriku Adzkiya yumna yang sedang tertidur lelap terbuai mimpi berselimut kelambu merah bercorak bunga ros.

“ yumna..bangun nak sudah hampir terang tuh…”, rayuku kembali dengan menyebut nama belakangnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 04.35. itu artinya waktu subuh sudah lewat sekitar 30 menit waktu Bandung. Adzkiya yumna putri sekaligus anak pertamaku tidak bergeming dari kasurnya yang beralaskan lantai, tepat di ruang tengah “gubuk” ku.

Adzkiya sudah kelas satu sekolah dasar. Sekarang usianya tepat tujuh tahun. Walau sedikit dipaksa untuk sholat lima waktu Adzkiya terbilang sudah terbiasa melakukannya kecuali sholat subuh. Aku dan istriku harus lebih bersabar untuk berusaha membangunkan Adzkiya untuk sholat subuh tepat waktu. Terikat oleh anjuran Nabi Saw aku berusaha untuk membiasakan sholat lima waktu kepada putriku yang satu ini walau usaianya masih terbilang dini. Ibarat pohon selagi masih muda batangnya masih mudah untuk di arahkan, dibengkokkan kesana kemari tergantung kemana arah batang pohon muda itu di arahkan si empunya.

Kiya…bangun sayang”, sambil ku elus-elus kepalanya aku merayu lagi kali ini ku panggil dengan panggilan kecilnya.

Ku usap-usap punggungnya Adzkiya menggeliat berpindah posisi merangkul bantal guling hijau daun disampingnya.

Iya..nanti masih ngantuk….”, gumamnya mulai bangun walau terlelap kembali.

Yumna…..yumna…ayo nak..subuh.subuh,” aku memelas pura pura sedih.

Terbersit dalam hatiku sebuah hadist Nabi saw yang menjelaskan tentang tiga ikatan syetan yang menjadikan manusia malas bangun dari tidurnya untuk sholat.

Kuraih putriku yang masih merangkul bantal gulingnya dan keletakkan kepalanya di lengan kananku.

”Kiya …denger !. ayah mau kasih tau sama kiya ..mau denger gak?..”, tanyaku walau Adzkiya masih terpejam matanya. Adzkiya mengangguk lemah. Itu tandanya dia mendengar apa yang aku katakan padanya.

Bismillah……

“ kiya, …orang itu kalau tidur susah bangun untuk sholat , itu tandanya dia diikat sama syetan, tiga biji lagi ikatannya”, aku menjelaskan sementara mata Adzkiya masih terpejam.

“ah gak pa pa “, kataku dalam hati. Aku yakin Adzkiya mendengarkan.

( penulisan terhenti karena Adzkiya datang menghampiri ku dan membaca apa yang ku tulis dia merebut mouse dan menutup catatan ini sambil tertawa malu…dan langsung ngacir ..pergi mandi ..hehehehe)

Lanjut……

( ehhh istriku memanggil……”ayah….ayah… “, pangil istriku. “ ya…bu ono opo”, jawabku. “ tolong jemur pakaian!..”, istriku meminta. Hihihihi….tugas rutin menanti ..jemur pakaian..si kecil hilmi pun terbangun memanggil..manggil ibunya….buyarrrrr deh..cancel…save)

Lanjut….

“ kiya, …orang kalau tidur susah bangun untuk sholat , itu tandanya dia diikat sama syetan, tiga, lagi ikatannya”, aku menjelaskan sementara mata Adzkiya masih terpejam.

“ah gak pa pa “, kataku dalam hati. Aku yakin Adzkiya mendengarkan.

“kiya…kalau kiya bangun terus baca doa, satu ikatan syetan lepas nak…” aku menjelaskan.

“ ayo nak bangun……baca doanya…”, pintaku. Adzkiya lilir sambil bergumam membaca doa bangun tidur yang memang sudah dihafalnya “ Alhamdulillahilladzii ahyaanaa badamaa amatanaa wailaihinnusyuurr..”. Walau sambil ngantuk-ngantuk, Adzkiya membacanya dengan lengkap agak sedikit belepotan. Matanya masih terpejam tubuhnya masih lemas dipangkuanku. Aku kembali mengusap-usap punggungnya dengan hati berharap Adzkiya terbangun.

Matanya terbuka kecil dan tersenyum kepadaku.

“ ayaaaahhh…..”, Adzkiya memanggil lirih.

“ ayo nak bangun….satu ikatan syetan sudah lepas tuh, kan tadi kiya dah berdoa. Ayo nak kalahkan syetan..masih dua lagi…”, rayuku sambil terus kuusap kepalanya.

“ ayo nak ….wudhu nak…ayo lepaskan ikatan kedua dengan pergi ke air dan ambil wudhu!”,sahutku lagi.

Tidak terlalu lama Adzkiya bangkit seraya berkata “ pipis….pengen pipis”, pintanya sambil masih ngantuk-ngantuk. Kuantarkan Adzkiya menuju kamar mandi untuk menuntunnya berwudhu. Selepas wudhu akupun menegaskan lagi padanya.

“ nah dua syetan sudah kiya kalahkan…kiya hebat bisa mengalahkan syetan…tapi masih satu tuh ..ayo sholat subuh kita habisi syetan sekalian…ayah bantuin deh…”, seruku. Adzkiyapun bergegas mengambil mukena dan sajadahnya dan sholat dua rokaat subuh sambil berkata “ ayah….janghan liatin atuuhh ..”, pintanya malu. Aku tinggalkan Adzkiya sholat subuh dibalik tembok kamar tengah tempat tidurnya sehari-hari. Tak terasa air mataku menetes bahagia melihat putriku Adzkiya yumna bersujud menyembah Robbnya di keheningan pagi yang masih gelap. Segala puji hanya milik-Mu yaa Alloh jadikan hamba yang lemah ini termasuk orang-orang yang menegakkan sholat dan juga anak keturunanku….aminn .