Wednesday, June 20, 2012

Ditampar Alloh

Roby memang seorang yang temperamental, pemarah, sering jengkel, bicaranya terkadang menimbulkan salah tangkap lawan bicaranya walaupun Roby tidak bermaksud marah dan ini ia sadari sejak lama. Kadang pula istri dan anaknya jadi korban pelampiasan kemarahannya.  Ibunya pun heran sejak kapan si Roby ini memiliki sifat dan karakter seperti ini padahal dahulu Roby adalah putra kesayangan ayah dan ibunya walaupun dia bukanlah anak bungsu bahkan anak paling besar dari lima saudara alias anak “barep”. Sejak SMA Roby adalah anak kebanggaan keluarganya karena selalu menjadi bintang kelas di salah satu sekolah “setengah” favorit di kotanya Bandung (setengah favorit???). Roby tidak pernah tinggalkan sholat berjamaah ke mesjid kecuali kepepet…heheheh, mengaji adalah aktifitas utamanya. Dan iya adalah seorang insinyur lulusan Fakultas Teknik Sipil dari Perguruan Tinggi ternama di kota Solo. Sekarang dia senantiasa disapa dengan sapaan kehormatan masyarakat sekitar tempat tinggalnya dan di tempat dia bekerja. “Ustadz” itulah panggilan yang selalu tersemat di pundaknya walaupun dia tidak begitu suka dengan panggilan itu karena dia tahu panggilan tersebut terlalu mulia baginya sementara ilmu dan karakternya tidaklah menunjukkan seorang ustadz. Tapi Roby tak bisa mengelak karena didukung oleh tampang ustadz yang dimilikinya jenggot dan jidat hitam.

Ahad siang itu memang hari yang penuh amarah dan kejengkelan bagi Roby, apa pasal? Kedua anaknya membuatnya jengkel karena mereka membuat kakacauan dihalaman rumah yang baru saja dia bersihkan. “ plak “  sebuah tamparan mendarat di pantat kedua anaknya yang terbilang masih kecil itu, pecahlah tangisan keduanya dan berlari  memeluk ibunya. Istri Roby yang tentunya ibu kedua anaknya hanya diam, karena kejadian ini bukan satu dua kali terjadi alias beberapa kali dan bicara bukan menyelesaikan masalah untuk meredam amarah Roby. 

Adzan ashar berkumandang. Sebagaimana biasa Roby memenuhi panggilan sholat ashar berjamaah di mesjid yang tidak seberapa jauh dari rumahnya. Selepas Sholat dan dzikir Roby terdiam menyesali apa yang telah diperbuatnya. “Mengapa harus marah bukankah aku sudah mendeklarasikan diri untuk mengendalikan amarah dan kejengkelan, bukankah aku tahu dalil-dalil kejelekan marah dan keutamaan mengendalikannya, bukankah kamu dengan lantang menyampaikan Khutbah diatas mimbar Ied tahun lalu bahwa menahan marah adalah salah satu ciri orang bertaqwa yang dijanjikan surga yang luasnya  seluas langit dan bumi.. Yaa Alloh…” Roby berkata kepada dirinya sendiri. 

************
Tamparan dari Alloh

Senin, selepas sholat subuh Roby bersiap berangkat ke Jakarta untuk bekerja sebagaimana telah berjalan dua bulan terakhir ini. Senang bercampur susah menyertai kepergiannya subuh itu. Senang karena akan terhindar dari penyebab kejengkelan dan susah karena harus berpisah sementara dengan anak-anak dan istri....loh bingung kali si Roby, memang itulah perasaannya subuh itu campur aduk. Sepanjang perjalanan Roby berusaha menghibur diri dengan mendengarkan rekaman siaran ceramah berbahasa sunda dari Ki Balap seorang Kiayi nyentrik asal Bogor. Ceramah yang menceritakan tentang shohibul Hikayat Ki Ahmad itu cukup menghiburnya sepanjang perjalanan Bandung-Jakarta. Rekaman jadul sekitar tahun enam puluhan ini Roby simpan di dalam ponselnya yang sempat dia banting beberapa hari sebelumnya, tanya kenapa? “MARAH”. 

Panas terik matahari Jakarta tidak menjadikan Roby untuk bermalas-malas melaksanakan aktifitasnya senin siang itu hingga langit barat memerah tanda maghrib. Dengan kopiah krem tua milik almarhum mertuanya, sarung hijau dan koko krem pemberian bosnya tidak lupa parfum “aqua digioman” pilihan sang istri menghiasi langkah Roby ke mesjid jami al-mukhlisin dekat kantor tempat dia bekerja. 

Diantara jamaah mesjid al-mukhlisin ada seorang tua renta yang selalu berada si barisan terdepan dalam shof sholat. Diatas kursinya pak Yono begitu beliau biasa disapa tidak bosan melantunkan sholawat sambil menunggu dikumandangkannya iqomah tanda sholat mulai ditegakkan. Menurut pengakuannya pak Yono berusia sekitar 100 tahun, diusia yang bisa dikatakan uzur itu pak Yono dengan tongkat yang setia menemaninya tetap bersemangat memenuhi panggilan Azan dan berjamaah di mesjid walaupun beliau senantiasa meminta bantuan beberapa orang untuk memboncengnya ke mesjid dan menuntunnya manaiki titian tangga mesjid al-Mukhlisin yang dibangun tiga lantai itu. 

Selepas Sholat maghrib, entah kenapa Roby menyengaja menunggu pak Yono di bibir tangga mesjid. Dia berharap pak Yono memanggilnya untuk diminta bantuan menuntunnya menuruni tangga. Benar juga, pak Yono memanggilnya meminta bantuan. Senyum Roby tersungging menyambut pak Yono. Dituntunnya pak Yono yang masih kuat ingatannya di seusianya namun Pak Yono harus menggunakan alat bantu dengar di telinganya. 
Hal yang biasa dilakukan pak Yono kepada orang yang membantu menuntunnya adalah bercerita tentang dirinya, memberi semangat untuk selalu membantu orang yang membutuhkan bantuan dan tentunya berkenalan. Hal yang selalu Pak Yono katakan dan bisa dikatakan materi reguler adalah sesiapa yang membantu orang tua sepertinya maka dia akan dibantu orang lain tatkala usianya uzur pula beliau ibaratkan seperti seseorang yang menanam padi maka dia akan mendapatkan padi juga, sederhana memang tapi dalam. 

Seperti biasa pak Yono bertanya nama kepada Roby.
“ adik namanya siapa?” tanyanya.
“ Roby Kek” jawab Roby sambil menuntun perlahan Pak Yono menuruni tangga.
“ siapa?? Ruhi??” Tanya pak Yono lagi karena kurang jelas.
“Roby kek R…O… B… Y…Rooo..by” jawab  Roby agak meninggikan volume suaranya.
“ oooo….Roby” pak Yono menyambut.
“ Iya kek…” Roby mengiyakan sambil tersenyum.
“pesan saya buat dik roby.. yaa… kurangi marahnya …kurangi dongkolnya…terutama sama keluarga….ya!!!”kata pak Yono.
“ bagaimana kek??” Roby mendadak budek tidak percaya dengan apa yang dikatakan Pak Yono pada dirinya.
“ iyaa…. Kurangi marahnyaaaa… kurangi dongkolnya…terutama kepada keluarga…” tegas Pak Yono.

Serasa ditampar gledek di malam hari  Roby berusaha menahan air matanya, sementara tangannya masih mengenggam tangan pak Yono ingatannya menerawang kepada apa yang telah dilakukan sebelumnya kepada ibu, istri dan kedua anaknya. Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu dengan pak Yono. Roby hanya diam membisu, menyesali perbuatan yang telah dilakukannya selama ini. Ini teguran dari Alloh SWT melalui orang yang tidak disangkanya, orang yang tidak mengenalnya sama sekali kecuali semaghrib itu saja. Tidak pikir panjang Istri dan anaknya di hubunginya, Roby meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya, anaknya hanya mengatakan iya…iya….iya.
Roby berharap kejadian ini menjadi titik awal perubahan yang memang tidak mudah.
“Terima kasih Alloh Kau sudah tampar hamba, bantu aku yaa Alloh, terima kasih pak Yono” bisiknya.


Monday, June 4, 2012

Dua Kuasa Alloh Bertemu


Hari ini Senin,  4 Juni 2012 sekitar pukul 18 atau enam sore terjadi gerhana bulan sebagian.  Namun gerhana kali ini agak berbeda dengan gerhana yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya karena dalam waktu yang sama terjadi pula gempa bumi yang berpusat di sukabumi , dengan goncangan sekitar 6,1 SR tersebut terasa hingga ibukota  Jakarta dan Bandung . Dua peristiwa alam yang semestinya tidak disikapi biasa. Mengapa demikian?

Kabar dari Rasululloh SAW.

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah”. Setelah itu, beliau bersabda : “Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hambaNya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis” [Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani]

Dalam hadist diatas Rasululloh SAW memerintahkan kepada kita untuk banyak berdo’a, mengagungkan Alloh dengan bertakbir, sholat dalam hal ini sholat gerhana dan bersedekah. Yang menarik dari hadist diatas adalah sikap cemburunya Alloh. Bagaimana sebenarnya cemburunya Alloh? Dalam hadist diatas secara khusus disebutkan bahwa cemburunya Alloh jika hambanya berzina namun dalam hadist yang lain Rosululloh Saw bersabda :

"Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala cemburu dan cemburunya Allah bila seseorang mendatangi apa yang Allah haramkan atasnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Intinya cemburu adalah sikap ketidak-sukaan, jadi Alloh SWT tidak suka melihat hambanya melakukan tindakan atau perbuatan yg diharamkan-Nya, Alloh cemburu jika kita maksiat kepada-Nya.

Banyak menangis sedikit tertawa

Apa yang rosul ketahui dan kita tidak ketahui? Sehingga jika kita mengetahui apa yang Rosul ketahui kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis?

Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis”.
Anas bin Mâlik radhiyallâhu'anhu –perawi hadits ini- mengatakan,
Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan”.
(HR. Muslim, )

Imam Nawawi rahimahullâh berkata,
“Makna hadits ini, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali melebihi apa yang telah aku lihat di dalam surga pada hari ini. Aku juga tidak pernah melihat keburukan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam neraka pada hari ini. Seandainya kamu melihat apa yang telah aku lihat dan mengetahui apa yang telah aku ketahui, semua yang aku lihat hari ini dan sebelumnya, sungguh kamu pasti sangat takut, menjadi sedikit tertawa dan banyak menangis”.
(Syarh Muslim,)

Hadits ini menunjukkan anjuran menangis karena takut terhadap siksa Allâh Ta’ala dan tidak memperbanyak tertawa, karena banyak tertawa menunjukkan kelalaian dan kerasnya hati.

Gempa Bumi

Gempa bumi dalam kacamata ilmu pengetahuan terjadi karena beberapa sebab diantaranya gempa vulkanik Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Kemudian gempa tektonik Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.
Terlepas dari teori diatas mari kita lihat bagaimana paparan uswah kita Rosululloh SAW.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi”( HR. Bukhori)
Diriwayatkan dari salamah bin Nufail as-Sakuni ra beliau bersabda :

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”(HR. Ahmad, Thabroni,bazzar dan Abu Ya’la).

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Telah terjadi banyak gempa di negeri-negeri bagian utara, timur, dan barat. Namun yang jelas bahwa yang dimaksud dengan banyaknya gempa adalah cakupannya yang menyeluruh dan terjadi secara terus-menerus.”
Hal ini diperkuat dengan riwayat dari ‘Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata, ‘Wahai Ibnu Hawalah! Jika engkau melihat kekhilafahan telah turun di atas bumi-bumi yang disucikan, maka telah dekatlah gempa, bencana dan masalah-masalah besar, dan hari Kiamat saat itu lebih dekat kepada manusia daripada dekatnya kedua tanganku ini dari kepalamu.” (Musnad Ahmad)

Bahkan Alloh berfirman memperingatkan hambanya tentang peristiwa ini.

“Katakanlah : Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".[Al An'am : 65]
Maksud dari "azab dari atas" dalam ayat tersebut adalah seperti petir, halilintar yang  menghancurkan, dan angin topan. Adapun makna “azab dari bawah" adalah seperti gempa dan tanah longsor.

Diantara kedua peristiwa gerhana dan gempa

Malam ini Alloh SWT menunjukkan dua kekuasaan-Nya sekaligus, pada malam ini semestinya kita menjadi sepandai-pandai hamba yang mengambil manfaat dari dua peristiwa ini.
Renungkanlah firman Allah SWT: “Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”.
Khouf ( takut) dan Roja’ ( harap) adalah sikap yang pantas bagi hamba beriman dalam menyikapi dua peristiwa malam ini.  Takut akan adzab Alloh yang ditimpakan karena sebab semakin maraknya, merajalelanya kemaksiatan di muka bumi dan berharap semoga Alloh menyelamatkan kita dari tindakan maksiat, dosa yang menjadi penyebab segala musibah di muka bumi.
Firman-Nya:

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41).

Renungkan hadist dibawah ini:

Seorang hamba pelaku maksiat (kalau dia mati) maka para hamba, negeri-negeri, pepohonan dan hewan-hewan ternak akan tenang dari (akibat maksiat) nya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Maka berdoa, mengagungkan Alloh Ta’ala, Sholat dan sedekah adalah amalan terbaik untuk mewujudkan harap dan perlindungan.

Allohu A’lam Bishowab